Selasa, 01 September 2009

SEDEKAH

Seutama-utama sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan” [HR. Tirmidzi].
Sedekah disebut juga dengan term “jud” yang bermakna banyak pemberian, banyak bersedekah dan banyak berbuat ihsan pada fakir miskin terutama di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Di antara bentuk-bentuk sedekah di bulan Ramadhan adalah: Pertama, Memberi makanan sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT pada surat Al-Insan ayat 8 – 12 yang artinya “(8). dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (9). Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki Balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (10). Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan Kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. (11). Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (12). dan Dia memberi Balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.”
Pada awal Islam, para salafus shaleh sangat bersemangat memberikan makanan baik kepada yang memerlukan atau kepada teman yang shaleh, melebihi semangat menjalankan amal yang lain. Rasulullah SAW. bersabda: ”Seorang mukmin yang memberikan mukmin yang lapar maka kelak Allah akan memberi makan kepadanya dari buah-buahan surga, dan barang siapa yang memberi minum seorang mukmin, maka kelak Allah akan memberi air minum dari syurga” [HR. Tirmidzi].
Sebahagian salafus shaleh ada pula yang memberikan makanan kepada saudara-saudaranya kaum muslimin, padahal dia sendiri berpuasa, mereka tidak sekadar memberi makanan, tetapi juga turut duduk sambil melayani kebutuhan mereka.
Kedua, memberi makan orang berbuka puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: ”Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang berpuasa tadi.” [HR Ahmad dan an-Nasa’i]. Dengan demikian orang-orang yang berpuasa meninggalkan makan dan minumnya karena Allah, serta ia menolong orang-orang yang berpuasa dengan memberi makan dan minum. Lantaran inilah, disyariatkan kaum muslimin memberikan makanan di kala berbuka pada orang-orang yang dhaif dan fakir serta mengajaknya makan bersama-sama.
Amalan Nabi Saw tersebut diteruskan pula oleh para salafus shaleh dalam memberikan pertolongan yang berbagai rupa pada fakir miskin, memberikan sebahagian yang ada padanya. Jika mereka punya uang 10 dirham, mereka memberi sedekah pada fakir miskin 4 (empat) sampai 5 (lima) dirham. Demikian juga amal ibadah Ibnu Umar yang senantiasa berbuka dengan fakir miskin, bahkan jika keluarganya tidak menyediakan makanan untuk fakir miskin beliau tidak akan memakan pada malam itu. Jika beliau sedang makan datang orang miskin, niscaya beliau akan bangun memberikan bahagiannya pada orang miskin yang baru datang itu. Konon cerita, pada suatu petang dating pula seorang peminta-minta pada Imam Ahmad yang sedang memegang roti untuk makanan berbuka puasa. Maka dengan tulus ikhlas Imam Ahmad memberikan rotinya pada peminta-minta itu dan beliau ikhlas menbahan lapar sepanjang malam.
Demikianlah, sedekah, sebagai amalan yang utama sewaktu melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Semoga menjadi suri teladan bagi kita yang sedang melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan tahun ini. Insyaallah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar